Monday, December 19, 2016

How To Manage Our Age

Bagaimana me manage umur kita?

Dewasa ini telah banyak orang-orang besar atau sukses, tidak hanya dunianya, melainkan juga akhiratnya. Begitulah prinsip yang harus dikedepankan oleh umat islam. Pun dengan kiat-kiat sukses. Bagaimana cara agar sukses?

 

 

Berikut sedikit ilmu yang dapat saya ambil dari hasil diskusi dengan Ustadz Wiwid Purwawan, Lc. M.Si strategi sukses versi beliau;
Umur ini, bilamana dirata-rata bahwa kematian seseorang kini sekitar 60 tahunan maka ada tiga garis besar, yakni:

PERIODE PERTAMA:

20 tahun pertama; 

Fokus dalam perkembangan diri menuju kedewasaan seseorang, baik pria maupun wanita, sebagaimana kita ketahui bahwa periode usia ini masih dalam labil-labilnya manusia, meskipun tidak sedikit juga orang yang telah matang dalam tahap ini. Contoh perkembangan diri dalam hal ini adalah: fisik, kemantapan keimanan, pendidikan dan kematangan dalam mengambil keputusan. Dalam tahap ini juga manusia itu dalam perjuangan (semangat) yang tinggi-tingginya. Dengan kata lain saatnya bersusah-payah dan berkorban demi masa depan yang lebih baik itu memang pantas di usahakan.

PERIODE KEDUA:

20 tahun kedua; dibagi menjadi dua periode, 10 tahun pertama dan 10 tahun kedua.

10 tahun pertama (30-39 tahun):

Berhasilnya menyelesaikan pendidikan strata satu (pascasarjana) hingga telah terlewati strata tiga (doktoral). Buah hasil istiqomah dan susah-susah pada 20 tahun pertama (lihat periode pertama). Tentu saja dengan gelar doktor dan modal yang sangat mumpuni (ketrampilan dalam berbahasa, pekerjaan, penghasilan tetap, menikah dan berkeluarga) sebelum umur 40 tahun, InsyaAllah dunia-akhirat pasti dapat.

10 kedua (40 tahun): 

Jika kita cemerlang, artinya sukses dalam tahap periode sampai 39 tahunan tentunya mulai banyak penawaran-penawaran, entah itu berbentuk pekerjaan yang lebih bergengsi dan amanah-amanah lain yang lebih berbobot dan sesuai dengan kualitas kita, disini kita harus cermat, harus memiliki visi agar tidak mudah menjadi alat orang lain. Karena seseorang tanpa visi (tujuan) hidup itu bisa diibaratkan juga bagaikan buih yang terapung-apung ditengah lautan. HARUS PUNYA VISI. Mengapa? Karena kita seseorang yang profesional, tentunya kita (misalkan) kelak telah diterima dalam suatu perusahan internasional (atau apalah sesuatu yang bergengsi) mereka tentunya melihat dari kualitas kita yang memadai untuk bekerja dalam perusahaan, jika kita tidak memiliki tujuan mau apa kita bekerja atau kenapa kita harus bantu perusahaan itu, tentunya kita cuman jadi ‘alat’ perusahaan tersebut. Saya pikir anda sudah paham poin saya disini. Dan satu lagi, pergaulan kita harus sudah di level internasional, entah itu channel  kita dengan para pengajar di universitas-universitas luar ataupun kolega bisnis kita. Intinya punya temen bule. Untuk apa? Tentunya anda lebih mengerti dalam hal ini.

PERIODE KETIGA

Dibagi menjadi 10 tahun pertama dan kedua. 

10 tahun pertama: 

Dalam usia 50 tahunan adalah masa-masa dimana kita sedang semangatnya dalam menjadi pemimpin. Karena pengalaman yang matang di 40 tahun sebelumnya, tentunya tidak diragukan lagi kepemimpinan kita dalam kurun waktu ini. Pimpinan di suatu perusahaan, pimpinan di suatu pemerintahan (DPR dan sejenisnya).

10 tahun kedua: 

Dalam usia 60 tahunan kita sudah memasuki masa regenerasi kepemimpinan. Periode ini memang mau tidak mau kita menerimanya, selain dari faktor usia kita yang sudah dipanggil kakek atau juga nenek. Memang sudah waktunya kita untuk istirahat dan menyerahkan tampuk kekuasaan pada orang-orang yang usianya lebih fresh dari kita dan tentunya harus ada regenerasi kepemimpinan agar orang yang usianya lebih muda dari kita juga dapat mengalami fase-fase yang kita telah lewati. Karena simpel aja, seekor kupu-kupu tidak akan jadi kupu-kupu yang sempurna bila tidak melewati fase-fase pertumbuhannya. Meskipun dia jadi seekor kupu-kupu pasti ada kecacatan yang dialaminya.


-msaidr
19|12|2016

Labels: , , ,

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home