Bagaimana me manage umur
kita?
Dewasa ini telah banyak
orang-orang besar atau sukses, tidak hanya dunianya, melainkan juga akhiratnya.
Begitulah prinsip yang harus dikedepankan oleh umat islam. Pun dengan kiat-kiat
sukses. Bagaimana cara agar sukses?
Umur ini, bilamana
dirata-rata bahwa kematian seseorang kini sekitar 60 tahunan maka ada tiga
garis besar, yakni:
PERIODE PERTAMA:
20 tahun pertama;
Fokus
dalam perkembangan diri menuju kedewasaan seseorang, baik pria maupun wanita,
sebagaimana kita ketahui bahwa periode usia ini masih dalam labil-labilnya
manusia, meskipun tidak sedikit juga orang yang telah matang dalam tahap ini. Contoh
perkembangan diri dalam hal ini adalah: fisik, kemantapan keimanan, pendidikan
dan kematangan dalam mengambil keputusan. Dalam tahap ini juga manusia itu
dalam perjuangan (semangat) yang tinggi-tingginya. Dengan kata lain saatnya
bersusah-payah dan berkorban demi masa depan yang lebih baik itu memang pantas
di usahakan.
PERIODE KEDUA:
20 tahun kedua; dibagi
menjadi dua periode, 10 tahun pertama dan 10 tahun kedua.
10 tahun pertama (30-39
tahun):
Berhasilnya menyelesaikan pendidikan strata satu (pascasarjana) hingga
telah terlewati strata tiga (doktoral). Buah hasil istiqomah dan susah-susah pada
20 tahun pertama (lihat periode pertama). Tentu saja dengan gelar doktor dan
modal yang sangat mumpuni (ketrampilan dalam berbahasa, pekerjaan, penghasilan
tetap, menikah dan berkeluarga) sebelum umur 40 tahun, InsyaAllah
dunia-akhirat pasti dapat.
10 kedua (40 tahun):
Jika
kita cemerlang, artinya sukses dalam tahap periode sampai 39 tahunan tentunya
mulai banyak penawaran-penawaran, entah itu berbentuk pekerjaan yang lebih
bergengsi dan amanah-amanah lain yang lebih berbobot dan sesuai dengan kualitas
kita, disini kita harus cermat, harus memiliki visi agar tidak mudah menjadi
alat orang lain. Karena seseorang tanpa visi (tujuan) hidup itu bisa
diibaratkan juga bagaikan buih yang terapung-apung ditengah lautan. HARUS PUNYA
VISI. Mengapa? Karena kita seseorang yang profesional, tentunya kita (misalkan)
kelak telah diterima dalam suatu perusahan internasional (atau apalah sesuatu
yang bergengsi) mereka tentunya melihat dari kualitas kita yang memadai untuk
bekerja dalam perusahaan, jika kita tidak memiliki tujuan mau apa kita bekerja
atau kenapa kita harus bantu perusahaan itu, tentunya kita cuman jadi ‘alat’
perusahaan tersebut. Saya pikir anda sudah paham poin saya disini. Dan satu
lagi, pergaulan kita harus sudah di level internasional, entah itu channel kita dengan para pengajar di
universitas-universitas luar ataupun kolega bisnis kita. Intinya punya temen
bule. Untuk apa? Tentunya anda lebih mengerti dalam hal ini.
PERIODE KETIGA
Dibagi menjadi 10 tahun
pertama dan kedua.
10 tahun pertama:
Dalam usia
50 tahunan adalah masa-masa dimana kita sedang semangatnya dalam menjadi
pemimpin. Karena pengalaman yang matang di 40 tahun sebelumnya, tentunya tidak
diragukan lagi kepemimpinan kita dalam kurun waktu ini. Pimpinan di suatu
perusahaan, pimpinan di suatu pemerintahan (DPR dan sejenisnya).
10 tahun kedua:
Dalam usia
60 tahunan kita sudah memasuki masa regenerasi kepemimpinan. Periode ini memang
mau tidak mau kita menerimanya, selain dari faktor usia kita yang sudah
dipanggil kakek atau juga nenek. Memang sudah waktunya kita untuk istirahat dan
menyerahkan tampuk kekuasaan pada orang-orang yang usianya lebih fresh dari
kita dan tentunya harus ada regenerasi kepemimpinan agar orang yang usianya
lebih muda dari kita juga dapat mengalami fase-fase yang kita telah lewati.
Karena simpel aja, seekor kupu-kupu tidak akan jadi kupu-kupu yang sempurna
bila tidak melewati fase-fase pertumbuhannya. Meskipun dia jadi seekor
kupu-kupu pasti ada kecacatan yang dialaminya.
-msaidr
19|12|2016
Labels: Age, How To, Managing, Ours